Untuk saran dan kritik kirimkan via email ilhamsyah050@gmail.com atau sms ke 08561836482

Mesin pencari

Minggu, 01 Maret 2009

Konsep Dasar Keluarga dan TBC



Konsep Dasar Keluarga


  1. Pengertian Keluarga

Ahmadi (2003) mengatakan keluarga merupakan unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat, sedangkan Friedman (2003) mengatakan keluarga adalah suatu kelompok terdiri dari dua individu atau lebih yang memiliki hubungan darah maupun tidak dan membentuk keluarga yang memiliki fungsinya masing-masing. Dari kedua pernyataan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan keluarga adalah unit satuan masyarakat terkecil yang memiliki hubungan darah maupun tidak yang membentuk suatu kelompok sehingga tiap individu memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

  1. Fungsi Keluarga

Ada 5 Fungsi dasar keluarga menurut Friedman (2003), antara lain :

1). Fungsi afektif

Fungsi afektif yaitu fungsi yang berhubungan dengan fungsi internal keluarga yang merupakan basis kekuatan dari keluarga.

2). Fungsi sosialisasi

Sosialisasi merupakan proses dimana individu secara kontinue mengubah perilaku mereka sebagai respon terhadap situasi yang terpola secara sosial.

3). Fungsi reproduksi

Fungsi reproduksi keluarga berfungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.

4). Fungsi ekonomi

Fungsi ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti makanan, pakaian, rumah, maka keluarga memerlukan sumber keuangan.

5). Fungsi perawatan keluarga / pemeliharaan kesehatan

Tugas kesehatan keluarga adalah mengenal masalah kesehatan keluarga, membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat, memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana rumah yang sehat dan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat.

  1. Tahap Perkembangan Keluarga

Tahap-tahap perkembangan pada setiap tahap perkembangan menurut Duvall (1985) antara lain :

      1. Tahap I Pasangan baru atau eluarga baru

Tugas perkembangan keluarga meliputi : membangun perkawinan yang saling memuaskan, menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis, keluarga berencana.

      1. Tahap II Keluarga dengan ”child bearing” ( kelahiran anak pertama)

Tugas perkembangan sebagai berikut : membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap, rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga, memoertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambah peran-peran orang tua, kakek, dan nenek.

      1. Tahap III Keluarga dengan anak prasekolah (Families with preschool)

Tugas perkembangan sebagai berikut : memenuhi kebutuhan anggota keluarga (seperti: rumah, ruang bermain, privasi dan keamanan), mensosialisasikan anak, mengintegrasikan anak yang beru sementara tetap memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain, mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga.

      1. Tahap IV Keluarga dengan Anak Usia Sekolah (Famillies With School Children)

Tahap ini dimulai pada saat anak yang tertua memasuki sekolah pada usia tahun dan berakhir pada usia 12 tahun. Tugas perkembangan keluarga : mensosialisasikan anak-anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan daya intelektual, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memenuhi kebuuthan kesehatan fisik anggota keluarga.

      1. Tahap V Keluarga dengan Anak Remaja (fammilies with Teenagers)

Tahap ini dimulai pada saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir sampai pada usia 19/20. Tugas perkembangan keluarga: menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remja menjadi dewasa dan semakin mandiri, memfokuskan kembali hubungan perkawinan, berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak.

      1. Tahap VI Keluarga dengan anak dewasa atau pelepasan (launching center famillies)

Tahap ini dimulai pada saat anak terakhir meninggalkan rumah. Tugas perkembangan keluarga : memperluas siklus keluarga dengan memasukan anggota keluarga baru yangdidapatkan melalui perkawinan anak-anak, Melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali hubungan perkawinan, membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami ataupun istri.

      1. Tahap VII. Keluarga usia pertengan (Middle Age Fammilies)

Tahapan ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan berakhir saat pensiun atau salah satu pasangan meninggal. Tugas perkembangan keluarga : menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan, mempertahankan hubungan-hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan para orang tua lansia dan anak-anak, mempekokoh hubungan perkawinan.

      1. Tahap VIII Keluarga lanjut usia

Tahap tperkembangan keluarga ini dimulai pada salah satu pasangan pensiun, berlanjut salah satu pasangan sampai keduanya meninggal. Tugas perkembangan keluarga : mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan, menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun, mempertahankan hubungan perkawinan, menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan, mempertahankan ikatan keluarga antar generasi, meneruskan untuk memahami ekstensi mereka.

Pada penulisan karya tulis ini penulis akan lebih banyak membahas tentang perkembangan keluarga dengan anak dewasa.

  1. Peran Perawat Keluarga

Menurut Friedman (2003) dalam Mubarok (2006), peran perawat dalam perawatan keluarga adalah sebagai pendidik, koordinator, pelaksana keperawatan, pengawas kesehatan, advokat keluarga, konsultan, kolaborator, fasilitator, penemu kasus dan modifikasi lingkungan.

  1. Tugas Keluarga

Tugas kesehatan keluarga menurut (Friedman 2003) dalam Mubarak (2006) antara lain : mengenal masalah kesehatan keluarga, membuat keputusan tindakan keperawatan yang tepat, memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana rumah yang sehat, menggunakan fasilitas kesehatan yang ada dimasyarakat.

2. Konsep Dasar TBC

      1. Pengertian Tuberculosis Paru

Menurut Sander (2003) Tuberkulosa paru adalah bentuk infeksi Mycobacterium tuberculosis pada manusia yang paling sering terjadi. Robbins (1999) mengatakan tuberkulosis merupakan penyakit kronik, menular yang disebabkan oleh M.tuberculosis, yang ditandai oleh jaringan granulasi nekrotrik (perkijuan) sebagai respons terhadap kuman tersebut, sedangkan menurut Soeparman (1990) mengatakan tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru. Berdasarkan ketiga pernyataan diatas maka penulis menyimpulkan bahwa Tuberculosis paru merupakan peradangan yang terjadi pada paruyang disebabkan oleh bacteri yang bersifat kronik.

      1. Patofisiologi, Etiologi, Manifestai Klinis, Komplikasi Tuberculosis Paru

Pada awalnya individu menghirup hasil tuberculosis (Mycobacterium tuberculosis), sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1 – 2/Um dan tebal 0,3 – 0,6/Um dan akhirnya terifeksi. Bakteri dipindahkan melalui jalan nafas ke alveoli, tempat dimana mereka terkumpul dan mulai untuk memperbanyak diri. Basil juga dipindahkan melalui sistem limfe dan dan aliran darah kebagian tubuh lainnya (ginjal, tulang, korteks serebri) dan area paru-paru lainya. Sistem imun tubuh berespon dengan melakukan reaksi inflamas. Fagosit, menelan banyak bacteri; limfosit spesifik tuberculosis melisis jaringan normal dan basil. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronchopneumonia. Setelah pemajanan dan infeksi awal, individu dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau respon inadekuat dari respon sistem imun.

Penyakit aktif dapat juga teradi dengan infeksi ulang dan aktifasi bacteri dorman. Dalam kasus ini Tuberkel Ghon memecah melepaskan bahan seperti keju kedalam bronhci. Bacteri kemudian tersebar keudara, mengakibatkan penyebaran penyakit lebih jauh. Tuberkel memecah menyembuh, parut. Paru yang terinfeksi menjadi lebih membengkak, mengakibatkan terjadinya bronchopneumonia lebih lanjut. Sebagian besar penyakit tuberculosis paru menunjukan demam, keletihan anoreksia, penurunan berat badan, berkeringat malam, nyeri dada dan batuk menetap. Bila tidak ditangani tuberculosis menyebabkan hemoptoe, pleuritis, gagal jantung kanan, laringitis, penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, usus dan sebagainya.

      1. Penatalaksanaan Tuberculosis Paru

        1. Pencegahan Tuberculosis Paru

Pencegahan untuk pasien TBC antara lain : Minum obat secara teratur sampai selesai, Menutup mulut waktu bersin atau batuk, tidak meludah di sembarang tempat ( meludah di tempat yang terkena sinar matahari/ dalam wadah tertutup yang telah diisi dengan cairan sabun /lisol), jemur kasur bekas penderita secara teratur 1 minggu 1x, Buka jendela lebar-lebar agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, keluarga yang mempunyai gejala TB paru sebaiknya memeriksakan diri ke puskesmas

        1. Pengobatan tuberculosis paru

Apabila pasien tidak berespon terhadap obat – obat tersebut, maka obat dan protokol pengobatan lain akan dicoba.

Obat Anti TBC (OAT)

Kategori pertama : jenis OAT 2HRZE/ 4H3R3. jenis obat ini dipakai untuk penderita baru BTA (+) dan penderita (-), rongent (+, dan yang sakit berat). Kategori kedua : jenis OAT HRZES/ HRZE/ 5H3R3E3. jenis obat ini dipakai untuk penderita kambuh BTA (+), penderita gagal BTA (+), lain lain BTA (+). Kategori ketiga : jenis OAT 2HRZ / 4H3R. jenis obat ini dipakai untuk Penderita BTA (-) Rontgen (+), Penderita ekstra paru ringan.

      1. Pemeriksaan Diagnostik

Brunner dan Suddart (2001) mengatakan bahwa pemeriksaan diagnostik untuk penderita TBC melalui : rongent dada, usap basil tahan asam BTA, kultur sputum dan te kulit tuberculin.

  1. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan TBC

  1. Pengertian Asuhan Keperawatan Keluarga

Menurut Mubarak (2006) asuhan keperawatan keluarga merupakan proses yang kompleks dengan menggunakan pendekatan sistematik untuk bekerjasama dengan keluarga dan individu sebagai anggota keluarga.

  1. Pengkajian Keluarga dengan TBC

Pengkajian yang harus dilakukan pada klien dengan TBC antara lain : riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisikyang lengkap dilakukan. Manifestasi klinis seperti demam, anoreksia, penurunan berat badan, keringat malam, keletihan, batuk dan pembentukan sputum mengharuskan pengkajian fungsi pernafasan yang lebih menyeluruh. Setiap perubahan suhu tubuh atau frekuensi pernafasan, jumlah dan warna sekresi, frekuensi dan batuk parah, dan nyeri dada dikaji. Paru-paru dikaji terhadap konsolidasi dengan mengevaluasi bunyi nafas, fremitus, egofoni, dan hasil pemeriksaan perkusi. Pasien juga bisa mengalami pembesaran nodus limfe, yang terasa sangat nyeri.kesiapan emosional pasien untuk belajar, juga persepsi dan pengertiannya tentang tuberculosis dan pengobatannya juga dikaji.



  1. Diagnosa Keperawatan Keluarga dengan TBC

Berdasarkan pada data pengkajian, diagnosa keperawatan dapat mencakup :

      1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TBC.

      2. Ketidakmampuan regimen pengobatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TBC.

      3. Malnutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami nutrisi kurang.

  1. Prinsip Intervensi Keperawatan Keluarga dengan TBC

Langkah-langkah dalam pengembangan rencana keperawatan keluarga menurut Mubarak (2006), yaitu :

    1. Bantu keluarga mengenal tentang TBC dengan cara : jelaskan pengertian TBC, jelaskan penyebab TBC, jelaskan tanda dan gejala TBC.

    2. Bantu keluarga mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan TBC, dengan cara : jelaskan komplikasi dari TBC, motivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan TBC.

    3. Bantu keluarga agar mampu merawat anggota keluarga dengan TBC, dengan cara : jelaskan cara mencegah TBC, jelaskan cara perawatan anggota keluarga di rumah dengan TBC, ajarkan cara membuang sputum dengan sputum pot, ajarkan klien tentang diet tinggi kalori dan tinggi protein (TKTP).

    4. Bantu keluarga memodifikasi lingkungan dengan cara : ajarkan klien untuk jemur kasur bekas penderita secara teratur 1 minggu 1x, Buka jendela lebar-lebar agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, ajarkan klien tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

    5. Bantu klien untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan cara : jelaskan manfaat dari pelayanan kesehatan, motivasi keluarga untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan terdekat.

  1. Evaluasi Keperawatan Keluarga dengan TBC

Evaluasi yang diharapkan dari tindakan keperawatan terhadap keluarga yaitu: keluarga dapat mengenal tentang TBC (mampu menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala), keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan TBC ( klien mampu menjelaskan komplikasi dari TBC, keluarga mampu mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan TBC), keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan TBC (klien membuang sputum dalam sputum pot yang diberi desinfektan, klien minum obat secara teratur), keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang sehat (keluarga menjelaskan lingkungan yang sehat, keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang sehat), keluarga mampu melaksanakan pelayanan kesehatan terdekat.







Baca selanjutnya......

GIZI KURANG



  1. Pengertian

Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan.

Defisiensi gizi terjadi pada anak yang kurang mendapatkan makanan cukup bergizi dalam waktu lama.

(Ngastiyah.1998:181)

  1. Etiologi

            1. Jumlah makanan yang di makan kurang.

Asupan makanan yang kurang diantara lain disebabkan oleh :

  • Tidak tersedianya makanan secara adekuat

  • Anak tidak cukup mendapat gizi seimbang

  • Pola makan yang salah

            1. Penyakit.

Menjadi penyebab terpenting kedua kekurangan gizi, apalagi di negara negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang masih kurang, serta ancaman endemisitas penyakit tertentu.


  1. Patofisiologi

Gizi kurang biasanya terjadi pada anak balita dibawah usia 5 tahun. Gizi kurang umumnya terjadi pada balita dengan keadaan lahir BBLR (bayi berat lahir rendah) atau dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Tidak tercukupinya makanan dengan gizi seimbang serta kondisi kesehatan yang kurang baik dengan kebersihan yang buruk mengakibatkan balita atau anak-anak menderita gizi kurang yang dapat bertambah menjadi gizi buruk atau kurang energi kalori. Pada akhirnya anak tersebut akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.



  1. Manifestasi Klinis

Kekurangan gizi ini secara umum mengakibatkan gangguan diantaranya :

  • Pertumbuhan
    Pertumbuhan anak menjadi terganggu karena protein yang ada digunakan sebagai zat pembakar sehingga otot-otot menjadi lunak dan rambut menjadi rontok

  • Produksi tenaga

Kekurangan energi yang berasal dari makanan mengakibatkan anak kekurangan tenaga untuk bergerak dan melakukan aktivitas. Anak menjadi malas, dan merasa lemas

  • Pertahanan tubuh

Sistem imunitas dan antibodi menurun sehingga anak mudah terserang infeksi seperti batuk, pilek dan diare

  • Struktur dan fungsi otak

Kurang gizi pada anak adapt berpengaruh terhadap perkembangan mental. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen seperti perkembangan IQ dan motorik yang terhambat

  • Perilaku
    Anak yang mengalami gizi kurang menunjukkan perilaku yang tidak tenang, cengeng dan apatis.

  • Perubahan rambut dan kulit

Rambut kepala mudah dicabut dan tampak kusam, kering, halur, jarang dan berubah warna. Sedangkan pada kulit terapat garis-garis kulit yang lebih dalam dan lebar, hiperpigmentasi serta bersisik.

  • Pembesaran hati

  • Anemia

  • Kelainan kimia darah

Kadar albumin serum rendah, kadar globulin normal atau sedikit meninggi, dan kadar kolesterol serum rendah.


  1. Komplikasi

Malnutrisi Energi Protein (MEP) berat yang dikenal dengan :

  • Kwashiorkor

  • Marasmus

  • Marasmik-kwashiorkor



  1. Penatalaksanaan

Prinsip penatalaksanaan keperawatan klien dengan gizi kurang :

  • Pemberian makanan yang mengandung protein, tinggi kalori, cairan, vitamin dan mineral.

  • Penanganan segera penyakit penyerta (misalnya diare)

  • Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak pada orang tua dan anggota keluarga

  • Sebaiknya tidak memberikan makanan kecil seperti permen, cokelat dan susu menjelang waktu makan

  • Pada permulaan, makanan jangan diberikan sekaligus banyak, tetapi dinaikkan bertahap setiap hari (makan dalam porsi kecil tetapi sering)

  • Anjurkan keluarga untuk memberikan makanan yang beraneka ragam untuk meningkatkan selera makan

  • Anjurkan keluarga untuk membawa anak ke Posyandu atau fasilitas kesehatan secara teratur untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

DAFTAR PUSTAKA


Ngastiyah. 1998. Perawatan Anak Sakit. Jakarta: EGC






Baca selanjutnya......

Jumat, 16 Januari 2009

Info penting untuk hidup anda lebih sejahtera



Biarkan uang yang bekerja untuk ANDA…

Bukan ANDA yang bekerja untuk uang…



Dengan konsep yang masuk akal, ikhlas, sabar, jujur, transparan, adil dan saling menguntungkan…


Ini adalah sebuah kesempatan dan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin!!!


Baca dengan seksama, teliti, cermati dan pahami kebenarannya kemudian putuskan untuk bergabung…


Bagaimana caranya…

Sangat mudah, baca lalu pahami kemudian ikuti petunjuknya…


Klik di http://www.bisnis5milyar.com/?id=ilham86

Program bisnis yang menguntungkan semua pihak… nyata, logis dan asuk akal… sistemnya sederhada, logis dan telah terbukti…


Harap dipahami dengan baik system atau cara kerja bisnis ini secara keseluruhan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian/ komentar/ judgement terhadap bisnis ini.



Mohon bantuan untuk menyebarkan informasi ini kepada yang lainnya…terima kasih




Baca selanjutnya......

Asap rokok di ruangan ber- AC...?!




AC berkerja dengan meniupkan udara melalui tabung pendingin. Bila kelembaban udara terlalu tinggi, uap air dalam udara akan diembunkan dan tertinggal sebagai tetes – tetes air di belakang unit. Udara kering dan dingin lalu diembunkan melalui penapis debu dan bau kedalam ruangan. Untuk membantu sirkulasi udara, AC memanfaatkan kipas angina. Merokok dalam ruangan yang ber-AC berarti merokok dalam ruangan yang tertutup. Ini bukan hanya membahayakan bagi si perokok, tapi juga semua orang didalam ruangan yang ikut menghirup udara tercemar asap rokok (nikotin, tar dan karbon monoksida).




Baca selanjutnya......

Kopi dan teh merusak ginjal… !!!




Sejauh ini ada penelitian yang menunjukkan hal itu. Namun, kopi dan teh mengandung kafein. Zat ini tidak mudah keluar dari tubuh melalui ginjal (bersama air seni). Lebih dari 90% kafein yang sampai ditubula ginjal akan diserap kembali oleh darah. Kafein dari darah ini akan sampai ke otak. Kafein hanya bisa dibuang setelah mengalami pengubahan didalam hati menjadi zat lain. Selain mempengaruhi system saraf pusat, kafein juga merangsang pernapasan, mempengaruhi kerja jantung, meningkatkan sekresi cairan lambung dan sering buang air kecil.

Zat polifenol didalam the bersifat mengikat mineral. Jika zat polifenol berekasi dengan mineral dalam makanan, maka mineral tersebut akan terbuang bersama kotoran tubuh dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh.




Baca selanjutnya......

Mengapa orang bisa bersin?!





Sistem pernapasan terdiri atas rongga hidung, tenggorokkan, saluran pernapasan dan organ lain seperti paru – paru. Bila rongga hidung meradang, terbentuk lender yang menyumbat saluran pernapasan. Untuk melonggarkannya kita bersin dan batuk. Bersin juga dapat disebabkan oleh rangsangan debu utama pada penderita alergi. Bersin dan batuk membutuhkan banyak energi dan sesudahnya mempercepat denyut jantung. Bersin memang menyemburkan banyak virus, bahkan mungkin lebih dari 10.000 virus, apalagi kalau sedang sakit.

Bersin timbul apabila ada rangsangan pada rongga hidung. Bisa berupa lender, zat – zat atau aroma yang merangsang umpamanya mau cabe yang digoreng. Bahkan kita bisa buat bersin hanya dengan menggelitik rongga hidung dengan tisu yang di gulung runcing. Jadi, tanpa melihat sinar pun dapat bersin.




Baca selanjutnya......

Kamis, 08 Januari 2009

coba kunjungi dan pelajari bisnis internet ini...

klik disini



silahkan kunjungi... untuk info lebih lanjut hub. Ilham 08561836482

Baca selanjutnya......

Kamis, 11 Desember 2008

Mengatasi penyakit lupa



Biasanya, penyakit lupa atau pikun itu dimiliki oleh kaum manula. Mitos itu memang ada benarnya. Namun, ternyata pikun bukan hanya monopoli kaum manula saja, pada kalangan anak muda sampai remaja pun, kini, dihinggapi penyakit yang sama.


Penyakit lupa atau demensia merupakan penyakit degeneratif akibat kematian sel-sel otak dan umumnya menyebabkan kemunduran fungsi intelektual atau kognitif, yang meliputi kemunduran daya mengingat dan proses berpikir.

Penyebabnya secara pasti masih belum ditemukan hingga kini, namun para ahli menyebutkan beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya kepikunan seperti sering minum alkohol dan menggunakan narkoba, masalah keturunan, pernah mengalami benturan di kepala dan stroke.

Demensia merupakan penyakit degeneratif otak progresif yang disebabkan timbulnya neurotangles. Yaitu, suatu bentuk plak-plak yang tinggal di saraf otak. Neurotangles ini menyebabkan sel-sel otak cepat rusak dan mati. Sehingga, muncul gangguan pada fungsi memori dan timbul kepikunan.

Otak penderita demensia mengalami kerusakan akibat adanya beberapa sel saraf yang mati di sejumlah bagian penting. Otak akan mengkerut sehingga terjadi gap atau kerenggangan dalam daerah cuoing temporal dan hippocampus. Kedua bagian ini sangat berperan dalam menyimpan memori dan mengolah informasi baru. Dari sini akan muncul pengaruhnya pada kemampuan seseorang untuk mengingat, berbicara juga mengambil keputusan.

Sementara, produksi beberapa zat kimia penting dalam otak seperti acetylcholine juga ikut terpengaruh. Masih belum diketahi apa penyebab matinya sel saraf dalam otak. Namun ada sejumlah karakteristik yang muncul pada otak setelah sel-sel itu mati, yaitu terjadinya kerumitan dalam kepingan protein yang bisa terlihat melalui mikroskop.

Dampak dari kerusakan sel-sel saraf itu menyebabkan orang akan kehilangan sebagian memori. Ditandai dengan kelupaan menaruh benda, melupakan janji dengan teman atau bahkan lupa nama seseorang. Yang parah, gejala macam ini sudah kerap dialami oleh mereka yang berusia muda. Tahap yang lebih parah dari ini adalah ketika kita lupa menemukan suatu kata yang tepat untuk mengartikan ucapan seseorang. Bisa juga kita lupa mencari kata untuk mendefinisikan sesuatu. Semua kepikunan ini akan berpengaruh pada kepribadian dan perubahan mood.

Dalam kaidah herbalis, kepikunan bisa disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan sistem tubuh. Tubuh yang tidak harmonis ini akan memiliki gelombang atau Medan Electro Magnet (MEM) yang tidak stabil pula. Ketidakstabilan MEM akan mempengaruhi mekanisme sistem hormon, sistem saraf dan sistem daya tahan tubuh menjadi terganggu.

MEM yang terganggu menyebabkan meningkatnya hormon kortisol. Hormon ini menyebabkan terjadinya penuaan dini (premature aging) dengan gejala-gejala melemahnya beberapa organ penting seperti pendengaran, penglihatan, daya ingat dan sebagainya.

Untuk mengatasi penyakit lupa dan menstabilkan MEM memang tidak mudah, namun ada beberapa cara yang insya Allah dapat membantu dan mengurangi kepikunan tersebut dengan melakukan:

1. Kurangi Makanan yang Berlemak: Diet dengan membatasi total kalori serta konsumsi lemak sebesar 15 – 20% dapat membantu mencegah kepikunan. Efek negatif konsumsi lemak tinggi adalah menyebabkan terciptanya plak aterosklerosis, berkembangnya penyakit-penyakit kardiovaskuler, arteri koronari, dan cerebrovaskuler sehingga menghambat asupan oksigen ke otak melalui pembuluh arteri.

Banyak mengkonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega 3 dokosaheksaenoat (DHA), seperti ikan tuna dan salmon, dapat mengurangi penurunan kinerja kognitif pada orang-orang tua. Di otak, DHA berperan dalam mengatur fluiditas dan permeabilitas membran sel, menjaga aktivitas enzim-enzim yang terikat membran dan kinerja neurotransmiter (dopamin dan serotonin). Neurotransmiter ini bekerja sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendali seluruh fungsi tubuh. Serta mengkonsumi beberapa vitamin yang bisa menjaga kesehatan otak seperti vitamin B kompleks, vitamin C dan E, fosfatidilserin, ubiquinon, asetil – L – karnitin dan ginkgo biloba.

2. Perpanjang Sujud dan Puasa: Dalam keadaan MEM yang tidak stabil, perubahan kedudukan akan turut membantu memulihkan kesehatan. Dalam keadaan sujud, di mana posisi jantung lebih tinggi dari kepala membuat aliran darah mudah menuju ke kepala. Darah yang berisi oksigen itu memang sangat dibutuhkan oleh otak guna mengoptimalkan fungsinya. Karena itu, memperpanjang sujud, khususnya pada salat tahajud, akan memberikan kesempatan kepada otak memenuhi kebutuhan oksigen secara maksimal. Selain itu, sujud dalam kedaan semua anggota tubuh beristirahat sangat membantu memperbaiki kestabilam MEM.

Sedangkan puasa berfungsi menekan otak untuk melakukan pengimbangan MEM. Hal ini dapat dilihat ketika seseorang berpuasa, otak akan banyak mengeluarkan omega 3 yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel saraf. Di samping itu, puasa dapat menurunkan kadar kortisol dan memperbaiki mekanisme pelepasan kortisol. Kortisol dalam aksinya akan mencegah/menahan penggunaan glukosa oleh hipokampus, menghambat transisi sinapsis dan menyebabkan neuron/sel saraf luka (injury) serta kematian sel.

Puasa juga dapat menurunkan level lipid peroksidase, yaitu suatu enzim yang dapat menghasilkan radikal-radikal bebas dan meningkatkan level dehidroepiandrosteron, yaitu suatu hormon yang penting untuk optimalisasi fungsi otak. Tidak mengherankan jika Rasullulah berkata bahwa puasa itu menyehatkan.

3. Olahraga. Para ahli berpendapat bahwa olahraga yang teratur ternyata dapat memperbaiki aspek-aspek fungsi kognitif sebesar 20 – 30%. Oleh karena itu, olahraga sangat disarankan karena dapat menahan laju kepikunan. Dalam suatu studi, orang tua yang berusia 40 – 60 tahun dan mau melakukan olahraga secara teratur memiliki resiko kepikunan yang lebih rendah dibanding mereka yang tak berolahraga. Olahraga diketahui meningkatkan aliran darah otak dan produksi faktor-faktor pertumbuhan untuk syaraf.

4. Latihan otak. Yang dimaksud dengan latihan otak adalah memberikan stimulasi kognitif, seperti berdiskusi tentang topik aktual, mengisi teka-teki, main catur, mendengarkan musik nostalgia dan berkesenian, dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif. Latihan tersebut mendorong berkembangnya dendrit dan meningkatnya plastisitas sistem syarat pusat.


Baca selanjutnya......

Hati - hati dengan pemutih wajah



Hampir semua perempuan wanita ingin memiliki kulit wajah yang putih dan bersinar. Untuk mewujudkan
keinginannya itu, banyak dari mereka yang tidak segan-segan bereksperimen menggunakan beragam
produk pemutih wajah. Menurut dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin Eddy Karta, jika Anda ingin
memutihkan kulit yang aman, pergilah ke dokter ahli. Namun, jika Anda memilih menggunakan produk
pemutih, bersiaplah menghadapi efek negatifnya.

Sayangnya, lebih banyak perempuan Indonesia yang memilih memutihkan kulit dengan menggunakan
produk pemutih yang tersedia di pasar. Padahal, banyak hasil penelitian dan peringatan yang menyebutkan
bahwa penggunaan pemutih wajah bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan kulit, mulai dari
iritasi, hingga yang paling berbahaya, memicu terjadinya kanker kulit.

Beberapa kandungan pemutih yang dianggap berbahaya dan telah ditolak BPOM antara lain merkuri
(Hg), zat warna berbahaya (Rhodamine B pewarna tekstil), cloquinol, dan vioform.

Kandungan merkuri inorganik dalam krim pemutih disebutkan Eddy bisa menimbulkan keracunan bila
digunakan untuk waktu lama. Meskipun hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk
ke dalam darah, masuk sistem saraf tubuh, sehingga menimbulkan keracunan kulit, serta gangguan
sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, autis, gangguan penglihatan, gerakan tangan
abnormal (ataxia), dan gangguan emosi.

"Apalagi, kandungan merkuri yang masuk dalam tubuh itu sangat sulit dibuang. Merkuri hanya bisa
dibuang setelah selama 27 tahun mengendap di tubuh," ujar Eddy. Selepas beberapa kandungan tersebut
dilarang, para produsen pemutih kulit mulai mengaplikasikan kandungan baru yang dianggap lebih
aman seperti AHA, hydroquinone, kojic acid, fennel, willow bark dan VCPMG dan tretinoin. Ada juga
pemutih yang menggunakan zat glycolic acid, dan retinol.

Namun, kandungan zat tersebut pun harus dibatasi jumlahnya. Dosis hydroquinone yang diizinkan saat
ini misalnya, maksimal hanya 2%, sementara tretinoin lazimnya 0,05% untuk produk pemutih cair, dan
0,1% krim, dan 0,25% untuk gel.

Memilih produk pemutih yang aman

  1. Lihat kandungan dan dosis zat kimia dalam produk tersebut, apakah cukup aman untuk kulit atau
    tidak.
  2. Perhatikan jenis produknya. Pada dasarnya penggunaan produk pemutih juga tergantung dari jenis
    kulit Anda. Jika kulit Anda kering, maka sebaiknya gunakan pemutih berbentuk krim, sedangkan jika
    kulit Anda berminyak, maka gunakan pemutih jenis lotion.
  3. Sebelum menggunakannya di wajah, tes dulu di belakang telinga Anda. Karena daerah inilah yang
    memiliki indikasi jenis kulit yang sama dengan kulit wajah. Jangan mencobanya di punggung tangan
    seperti yang selama ini banyak diinformasikan. Karena jenis kulit tangan berbeda dengan jenis kulit
    wajah.
  4. Pilihlah pemutih yang tidak menggunakan parfum atau pengharum, bagi Anda yang alergi akan
    sesuatu.
  5. Jangan pernah menggunakan produk pemutih yang berbahan dasar zat kimia lebih dari tiga bulan.
    Karena setelah melewati tahap tersebut, proses regenerasi atau perbaikan kulit akan lebih sulit.
  6. Pemakaian produk pemutih hanya untuk mengembalikan kulit yang menghitam karena terkena sinar
    matahari atau karena kehamilan (melasma, atau berubah warna karena kulit mengembang).

Jika kadar kandungan zat tersebut melebihi dosis, bisa berbalik merusak kulit. Misalnya, kandungan
hydroquinone berlebihan bisa meng-akibatkan kanker kulit. Ibarat api, kecil menjadi teman, namun
ketika besar bisa menjadi lawan. Yang paling penting adalah pemakaian produk pemutih berbahan kimia
tertentu jangan pernah melewati batas waktu selama tiga bulan. Karena jika masa tersebut
terlewati, selain akan menjadi ketergantungan, efeknya pun akan lebih besar bagi kulit.

Hal itu terjadi karena kerja pertama pemutih kulit adalah menghancurkan epidermis atau lapisan
kulit teratas dari wajah. Krim pemutih juga sering dipakai untuk menghilangkan flek-flek hitam akibat
terlalu sering terpanggang matahari. Namun, jika krim ini bertabrakan dengan sinar matahari dapat
menimbulkan iritasi atau malah membuat kulit semakin hitam.

Perhatikan jenis kulit
Sebelum memutuskan menggunakan produk pemutih, sebaiknya Anda mengenali jenis kulit Anda. Menurut
Eddy, jenis kulit juga menentukan tingkat efektivitas pemakaian produk pemutih dan efek yang
ditimbulkannya. Bagi Anda yang memiliki jenis kulit kering, sebaiknya menggunakan produk pemutih
berbentuk krim, sedangkan untuk kulit berminyak pilihlah produk pemutih yang berbentuk lotion.

Selain jenis kulit, Eddy juga menyebutkan sebaiknya pilihlah produk pemutih yang menggunakan
kandungan alami yang pastinya akan lebih aman bagi kulit, seperti pemutih yang menggunakan kandungan
vitamin C. Produk semacam ini sudah banyak dipasarkan, misalnya produk terbaru dari Garnier Skin
Naturals yang produknya mengandung liquid lemon essence.

Menurut General Manager Commercial Product Division PT Loreal Indonesia Benoit Julia, lemon
dipilih sebagai bahan dasar utama produk Garnier Skin Natural, karena mengandung lebih banyak vitamin C
per gramnya dibandingkan jenis buah lain dalam kategori keluarga jeruk. Sejak dulu, lemon juga
sering digunakan oleh masyarakat tradisional untuk mengatasi masalah gusi berdarah dan pemutih.
Bahkan, jus lemon juga banyak digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian dan bleaching rambut bagi
para perempuan Eropa.

Yang terpenting, menurut Benoit, kandungan lemmon dalam Garnier Skin Naturals dikemas dengan
teknologi alami untuk menjaga kemurnian vitamin dan elemen aslinya. Eddy juga menyatakan selama ini
kandungan Vitamin C dalam pemutih merupakan kandungan yang paling aman dibandingkan zat lainnya.
Vitamin C juga cenderung minim menimbulkan efek iritasi pada pemakainya.



Baca selanjutnya......

SAHABAT lebih berkhasiat dibanding OBAT



Bukan berita baru bahwa seorang sahabat sangat membantu menurunkan kecemasan kita ketika menghadapi stress. Tapi sebuah hasil penelitian terbaru menandaskan, dukungan sahabat yang bekerjasama dengan hormone anti stress dalam tubuh, akan menjaga kita tetap tenang, meski dalam kondisi di bawah tekanan. Begitu kesimpulan para peneliti di Universitas Zurich, Switzerland, yang diketahui oleh Dr. Markus Heinrichs.

Tim peneliti mempelajari respons 40 pria sehat yang diberi tugas untuk berpidato dan mengerjakan mental aritmatika di depan publik. Ini merupakan dua tes standar situasi stress. Partisipan di uji dengan kehadiran sahabat –sahabat mereka dengan persiapan selama 10 menit, lalu di uji tanpa kehadiran sahabat – sahabat mereka. Partisipan juga di uji dengan diberi tanpa diberi hormone oxytocin, yaitu hormon yang diduga oleh para ilmuwan berpengaruh pada respons orang terhadap situasi dalam tekanan dan stress.

Hasilnya, partisipan yang mendapat dukungan dari sahabat – sahabat mereka dan diberi hormon oxytocin memiliki kadar stress terendah pengukuran level stress dilakukan dengan cara mengecek jumlah hormon stress yang disebut cortisol di air liur pria – pria tersebut.


Berikutnya, partisipan lain yang mendukung oleh sahabat – sahabat mereka tapi tanpa diberi hormone oxytocin, juga diminta melakukan tugas serupa. Hasilnya para partisipan ini ternyata juga lebih berhasil mengatasi stress disbanding dengan pemberian hormone namun tanpa kehadiran sahabat – sahabatnya.


Dari sini para peneliti menyimpulkan, persahabatan ternyata sangat bermanfaat untuk mengatasi stress atau depresi yang mungkin melanda dibanding dengan obat – obatan. Jadi, mengapa Anda tidak mulai menjalin persahabatan yang telah kita bina???




Baca selanjutnya......

kebiasaan buruk pemakaian handphone yang merugikan kesehatan



Pakar AS menuturkan, bahwa kita semestinya menghindari 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone dan ada 8 jenis pengguna handphone yang sebaiknya dihindari.


Sebuah riset medis terbaru AS menunjukkan, bahwa laki-laki yang mengunakan handphone lebih dari 4 jam setiap hari, bukan saja jumlah sel maninya kurang dari 40% dibanding laki-laki yang persentase pemakaian handphone-nya lebih rendah, bahkan mutu sel maninya juga kurang, kemampuan memiliki anak juga menurun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika kita mengaktifkan handphone, handphone akan menghantar gelombang radio ke pusat handphone, dan gelombang radio manapun juga sedikit banyak akan terserap oleh tubuh, yang berdampak terhadap kesehatan kita. Proses ini di sebut radiasi handphone.

Meskipun masih berdebat tentang hal ini, tapi dalam percobaan binatang sudah terbukti, bahwa gelombang mikro berpengaruh terhadap organ yang semakin banyak mengandung kadar air, maka kerusakannya juga semakin besar.

Wakil Profesor dari Lembaga Penelitian Komunikasi Radio Universitas Jiaotong, Shanghai yakni Qian Liangyi menuturkan, bahwa handphone adalah suatu alat peluncur sinyal yang memiliki daya tertentu, daya terbesar sekitar 1 watt lebih. Namun karena handphone kerap “dekat� dengan bagian otak, maka waspada terhadap dampak radiasi yang tertimbun dari hari ke hari.

Pakar terkait menunjukkan 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone yang merugikan kesehatan itu meliputi :

1. Menggantungkan HP di leher atau pinggang : bagi mereka yang arrhythmia (tidak ada irama jantung), fungsi jantung tidak sempurna sebaiknya tidak menggantungkan handphone di dada. Jika handphone sering digantung di bagian pinggang atau sisi perut, mungin akan memengaruhi fungsi kesuburan. Cara yang lebih aman dan sehat, adalah simpan di dalam tas yang dibawa serta.

2. Menempelkan handphone di telinga ketika menelepon : ketika menelepon dan belum tersambung, radiasi akan bertambah kuat, maka sebaiknya jauhkan handphone dari bagian kepala, selang 5 detik kemudian baru dihubungi kembali.

3. Sinyal handphone semakin lemah, jika menempel di telinga : Berdasarkan prinsip kerja handphone, dalam keadaan sinyal yang agak lemah, handphone akan meningkatkan daya luncur gelombang elektromagnetnya secara otomatis, sehingga intensitas radiasi bertambah kuat. Dengan menempelkan ke telinga, maka radiasi yang dialami bagian kepala akan berlipat ganda.

4. Percakapan handphone terlampau lama : ahli menyarankan, tidak baik berhubungan telepon terlalu lama, jika memang demikian bisa mempertimbangkan memakai telepon tetap atau memakai alat pendengar, jika terpaksa harus berhubungan dalam jangka waktu yang lama juga harus mendengar secara bergantian di kiri kanan telinga setiap 1-2 menit.

5. Sembunyi di sudut tembok dan bisik-bisik menerima telepon rahasia : dengan bersembunyi di sudut bangunan, dalam kondisi umum, penutupan sinyal di sudut bangunan tidak begitu baik, sehingga dengan demikian dapat menyebabkan daya radiasi handphone dalam sudut tertentu bertambah besar.

6.Mondar mandir, selalu bergerak : sejumlah orang tanpa sadar suka berjalan pelahan ketika menelepon, selalu bergerak ke sana ke mari, namun, tidak sadar kalau menggerakkan posisi dapat menyebabkan ketidakstabilan sinyal yang diterima, dengan demikian menyebabkan terjadinya luncuran daya tinggi dalam waktu singkat yang tidak diperlukan.

Selain itu, 8 tipe orang berikut ini sebaiknya kurangi memakai handphone: penderita epilepsi, jantung, lemah saraf parah, katarak, diabetes, wanita hamil serta bagi yang sedang menyusui, anak-anak dan remaja serta orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun.


Baca selanjutnya......

Mitos buahhhh...



Buah seharusnya dimakan saat perut kosong….. Bukan sebagai makanan penutup yang disantap selesai makan nasi.....


Jika kau membiasakan makan buah saat perut kosong, akan membantu pembuangan racun tubuh, sekaligus mensuplai energi yang cukup untuk kegiatan sehari-hari (terutama saat diet).

Contoh : ketika kau memakan 2 potong roti dan seporsi buah

Buah lebih mudah diserap daripada roti, dalam lambung hanya butuh waktu singkat sudah dapat masuk kedalam usus kecil, saat itu roti masih belum sepenuhnya hancur, akibatnya jalan bagi buah tersebut terhambat……

….. makanan dalam lambung akan berubah menjadi asam. Makanan dalam lambung, asam lambung ditambah lagi dengan buah, mudah menyebabkan buah berubah kwalitas, sehingga menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

Pernahkah mendengar orang mengatatan –
“setiap kali aku makan semangka suka tersedak”
“ketika aku makan durian maka lambung terasa mengembang。”
“selesai makan pisang, aku segera ingin ke toilet”

Kenyataannya,
Jika kau makan buah saat perut kosong, tidak akan timbul masalah tersebut diatas.
Buah dan makanan lain dalam lambung akan tercampur hingga membentuk gas tubuh, menyebabkan tersedak atau lambung mengembang.

Yang lebih penting lagi, makan buah dengan perut kosong dapat menghindari rambut berubah menjadi putih, botak, syarat tegang, hitam pada sekeliling mata.

Jangan mengira jeruk, lemon yang rasanya asam dapat membantu asam dalam lambung. Research menunjukkan, semua buah yang masuk kedalam lambung, setelahnya akan berubah menjadi basa.

Sebab itu makan buah dengan perut kosong adalah yang terbaik!


Baca selanjutnya......